Labels

Showing posts with label Asumsi. Show all posts
Showing posts with label Asumsi. Show all posts

Monday, February 6, 2012

Pabrik Bir

Ini adalah kisah nyata: 

Sebuah tempat pembuatan birtradisional yang sangat tua memutuskan untuk memasang lini pengalengan baru,sehingga memungkinkan produk bir untuk dipasarkan melalui sektor  pasar swalayan. Tentu ini merupakanperubahan besar bagi perusahaan kecil itu, dan para pejabat lokal dan mantan karyawanmasa lalu diundang untuk menyaksikan jalannya proses perdana pengalengan baru,yang diikuti dengan makan dan minum.

Setelah lini proses baru diaktifkan dengan sukses dan acara formal selesai,para tamu bersantai dalam kelompok kecil untuk bercengkerama dan menikmati penganan. Disebuah sudut yang tenang berdiri tiga pria membahas truk, transportasi dandistribusi. Mereka adalah seorang manajer distribusi, dan dua lainnya adalahpemegangpos terswebut di masa lalu, dan telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Ketigaorang mewakili tiga generasi manajemen perusahaan dalam bidang distribusi,  mencakup lebih dari enam puluh tahun.

Manajer distribusi yang masih aktif mengaku bahwa pekerjaannya menjadi semakinstres karena kebijakan perusahaan menuntut pengiriman jauh dilakukan pada Senindan Selasa, pengiriman dekat pada hari Jumat, dan semua pengiriman lainnya padapertengahan minggu.

"Sangat sulit untuk menjadwalkan secara efisien - entah apa yang akan kitalakukan dengan kaleng baru dan tuntutan ketat dari supermarket ..."

Dua laki-laki lainnya mengangguk setuju.

"Sama seperti di jaman saya," kata pendahulunya bersimpati kepada manajeryang sekarang, "Selalu terasa aneh bagi saya bahwa truk kembali awal padahari Senin dan Selasa tapi tidak dapat digunakan untuk pengiriman lokal yangdekat, karena pengiriman lokal harus dibiarkan sampai hari  Jumat  .. "

Orang ketiga mengangguk, dan berpikir keras, berjuang untuk mengingat akar kebijakanitu dahulu ketika ia telah sebagai junior di bagian pengiriman. Setelahjeda, orang ketiga itu tersenyum dan kemudian berkata.

"Saya rasa saya ingat sekarang," katanya, "Itu karena kuda....Selama Perang Dunia II dilakukan penjatahan bahan bakar. ..... Jadi kita menyimpantruk-truk dan kembali menggunakan kuda. Pada hari Senin kuda-kuda sudah beristirahatdengan baik setelah akhir pekan - maka dilakukan pengiriman jauh. Pada Jumat merekalelah sehingga hanya bisa mengantar jarak pendek atau lokal saja ... "

Segera setelah pembukaan jalur pengalengan baru, perusahaan itu mengubahkebijakan pengirimannya.

Karyawan Baru

Berikutini 2 cerita pendek yang memberikan contoh lucu dari berpikirlateral dan inisiatif, serta kurangnya pelatihan staf ditempat kerja. Akan lebih baik untuk melatih orang dengan benar daripada berasumsibahwa karyawan yang baru memiliki inisiatif yang diperlukanuntuk bekerja yang keluar dari diri sendiri tentang apa yangmereka harus lakukan ..

Kisah pengemudi baru bis


Ketika mengangkut beberapa pasien mental darisatu tempat aman ke tempat yang lain, sopir bus yang barudiangkat berhenti di pinggir jalan sebuah restoran untukmelepaskan hajat. Setelah kembali ke bus, ke semua duapuluh pasien sudah tidak ada. Sebagai orang yang banyak akal dan takut konsekuensidari kelalaiannya, ia pergi ke halte bus berikutnya, di mana ia mengakusebagai pengganti untuk layanan bis reguler. Membiarkan duapuluh orang naik, sopir langsung menuju tempat tujuannya, di mana ia memperingatkan staf digerbang bahwa 'pasien' telah diperdaya dan sangat berbahaya. Tentu saja para 'pasien' yang normal itu menjadi marah tetapi karena dikira memang pasien sakit jiwa mereka langsung  dipindahkan,  dibius dan masukkan kesel, dan tetap dalam kurungan selama tiga hari, sampai  staf mampu  memeriksa  catatan dan mengkonfirmasi identitas merekayang sebenarnya. Para pasien yang sebenarnya  tidak pernahditemukan.


Kisah pembersih lift baru


Seorang karyawan hotel yang baru diminta untuk membersihkan liftdan melaporkan kembali kepada supervisor ketika tugas selesai. Ketikakaryawan tidak muncul pada jam pulang kerja supervisor beranggapanbahwa seperti banyak orang lain dia hanya tidak menyukai pekerjaan itu dan pergi begitusaja. Namun, setelah empat hari supervisor berpapasandengan karyawan baru itu. Dia sedang membersihkan di salahsatu lift. "Kamu pasti belum selesai membersihkan lift ini selamaempat hari, kan?" tanya pengawas, menuduh. "Ya Pak,"kata karyawan, "Ini adalah pekerjaan besar dan saya belumselesai - Bapak tentu tahu ada lebih dari empat puluh jumlahnya,dua di setiap lantai, dan kadang-kadang mereka bahkan tidak disitu .."

Orang Asing

Di bandara setelah perjalanan bisnis yang melelahkan, penerbangankembali seorang wanita tertunda pula. Wanita itu  pergi ke toko bandara, membelibuku, kopi dan sebuah paket kecil berisi lima biskuit gingernut(kue rasa jahe). Bandara itu penuh sesak dan ia menemukan sebuah kursi diruang tunggu, di samping orang asing. Setelah membaca beberapa menit iamenjadi larut dalam bukunya. Sambil membaca itu, dia mengambil biskuit dari paketdan mulai minum kopinya. Yang sangat mengejutkan dia, orangasing di sampingnya itu dengan tenang mengambil salah satu biskuitdan memakannya. Tertegun, ia tidak sanggup mengatakan apa-apa, bahkan untukmelihat orang asing itu. 

Dengan gugup dia terus membaca. Setelahbeberapa menit ia perlahan-lahan mengambil dan makan biskuit ketiga. Hebatnya,orang asing itu mengambil gingernut keempat dan memakannya,lalu kepada wanita yang takjub itu, si pria mengambil paket dan menawarinya biskuit terakhir. Karenamerasa sudah keterlaluan dan tak bisa ditolerir lagi, wanita itu denganmarah mengambil barang miliknya, memandang orang asing tersebutdengan cemberut dan berjalan menuju pintu boarding, di mana penerbangannya sekarangsudah siap. Bingung dan marah, dia merogoh tasnya untukmengambil tiket boarding, dan menemukan paket gingernuts yangbelum dibukanya  ...




Friday, April 24, 2009

Nenek Baik Hati

Suatu sore hari, seorang nenek yang sedang membawa belanjaan berat, melihat dua bocah lelaki di depan tangga pintu sebuah rumah. Dengan tas di punggung mereka dan seragam sekolah, tampak jelas mereka sedang pulang sekolah. Kedua anak itu berjingkat mencoba meraih bel pintu dengan sebuah tongkat.

"Anak-anak yang malang, mereka tidak bisa masuk," pikir si nenek, "Orangtua jaman sekarang memang kurang perhatian."

Jadi, ia melangkah naik tangga menjuju pintu, lalu mengulurkan tangannya dan menekan bel dengan mantap dan lama.

Kedua anak lelaki itu terkejut, berbalik dan berteriak "Cepat, lari!" dan segera menghilang di balik tembok halaman.




Politikus dan Penterjemah

Seorang politikus kaya, terhormat, telah menikah dan mata keranjang, suatu ketika berkunjung ke luar negeri dan berkencan dengan wanita muda penterjemah. Tidak lama setelah ia pulang, ia menerima telpon di kantornya dari si wanita penterjemah yang memberitahukan bahwa dirinya hamil dan sang bayi dalam kandungannya benar-benar anaknya.


Sebagai orang yang sudah biasa menghadapi situasi seperti itu, si politikus memberi instruksi kepada wanita itu, "Saya akan atur hidup kamu dan si anak terjamin. Jangan kuatir soal uang. Saya akan membayar 10 kali lipat dari yang biasa dilakukan oleh orang Italia, tetapi ini harus dirahasiakan."

"Saya mengerti," kata si wanita, agak kecewa. Tetapi karena ia tahu reputasi lelaki itu, ia tidak terlalu terkejut dengan reaksinya, bahkan juga gembira tidak akan bertemu dan berbicara lagi dengannya.

Lelaki itu melanjutkan, "Jangan pernah menelpon saya lagi. Kirim saja sebuah kartu pos dengan pesan rahasia tentang tanggal lahir, kesehatan si bayi, dan jenis kelaminnya. Gunakan imajinasimu - kamu kan penterjemah,"

"Baiklah," kata si wanita, mengakhiri percakapan telpon itu.

Kurang dari sembilan bulan kemudian isteri si politikus (yang juga merangkap sebagai sekretarisnya) sedang membuka surat-surat yang masuk. Saat ia melihat sebuah kartu pos khusus, si politikus memperhatikan dan tiba-tiba menjadi sangat tertarik.

"Ini ada sebuah kartu pos ..." kata isterinya.

"Oh, ya," kata suaminya, "Apa isinya?"

"Hanya lelucon tolol, saya kira," kata si isteri, melanjutkan saat melihat wajah suaminya menjadi pucat, "Isinya: '12 Maret - Baru saja mendapat 2 mangkok besar spageti - semuanya dengan bakso..' "




Pabrik Biskuit

Ini kisah nyata yang dikirim oleh Shirley Moon.

Beberapa tahun yang lalu terjadi percakapan ini dalam sebuah acara televisi. Si pewawancara sedang menginteriew seorang pekerja wanita di bagian produksi sebuah pabrik biskuit.

Berikut petikan dialognya:

Pewawancara (P): Sudah berapa lama anda bekerja disini?

Wanita Pekerja (WP): Sejak saya keluar sekolah (kira-kira sudah 15 tahun).

P: Apa yang anda kerjakan?

WP: Saya mengambil biskuit dari conveyor belt (ban berjalan) dan memasukkannya ke dalam kotak kardus.

P: Apakah anda selalu melakukan hal itu terus?

WP : Ya.

P: Apakah anda menikmatinya?

WP: Oooh Ya, sangat! Semua orang bersikap baik dan bersahabat. Kami sering tertawa gembira.

P (tampak tak percaya): Benarkah? Apakah anda tidak merasa bosan?

WP: Oh tidak, kadang-kadang mereka mengganti biskuitnya...

P: ??????

Shirley Moon menambahkan beberapa pembelajaran dari kisah diatas sebagai berikut:
  • Jangan menyamakan kebutuhan anda dengan orang lain
  • Jangan berasumsi sesuatu yang memotivasi anda akan pula memotivasi oran lain
  • Ketahuilah bahwa sumber kebahagiaan orang per orang bisa sangat jauh berbeda



Sekamar Berdua

Seorang pebisnis kaya yang biasanya bepergian seorang diri suatu saat mendapati dirinya berada dalam sebuah kompartemen (kamar) kereta tidur bersama seorang wanita muda yang cantik, yang sama-sama menuju Brussel. Saat itu musim dingin dan alat pemanas ruangan tidak bekerja baik sehingga kompartemen itu terasa dingin.

Kedua orang itu bersiap untuk tidur.

"Dua orang asing, dalam sebuah kereta..." kata si pebisnis.

"Ya," jawab si wanita.

"Seorang pria dan seorang wanita - jauh dari rumah - mungkin tidak akan berjumpa lagi .." kata pria itu.

"Ya," jawab si wanita.

"Rasanya dingin, bukan?" kata si pria.

"Ya," jawab si wanita.

"Dapatkah anda memberiku selimut yang lain?" kata si pria, "... Atau mungkin kita bisa berpura-pura menjadi suami dan istri malam ini?.."

"Ya, maunya begitu," jawab si wanita, "Tapi, ambil dan pakai sendiri selimutmu!"