"Tuhan, Saya pikir-pikir.." kata Eva suatu hari.
"Apa yang kamu pikirkan Eva?" kata Tuhan.
"Begini, Saya tahu Engkau menciptakan aku dan taman yang indah ini dan semua makhluk yang hebat ini, tetapi belakangan ini saya merasa mungkin perlu sesuatu yang lain untuk hidup..,"
"Teruskan..." kata Tuhan.
"Kadangkala saya merasa sedikit bosan - Saya mencari sedikit kesenangan. Dan saya agak jenuh dengan semua pameran kekuatan yang besar, seperti mammoth dan macan bertaring pedang yang mondar-mandir, belum lagi ular sialan itu. Taman ini akan menjadi berbahaya."
"Aku tahu," kata Tuhan, berhenti sejenak, lalu,"Eva, Aku punya rencana bagus,"
Lalu kata Tuhan, "Saya akan menciptakan seorang laki-laki untukmu."
"Laki-laki?" tanya Eva, "Apa itu laki-laki?"
"Laki-laki..." kata Tuhan, "adalah makhluk yang cacat. Ia akan mempunyai banyak kelemahan dan kebiasaan yang memalukan. Laki-laki akan berbohong, curang dan berperi laku seperti orang idiot - gampangnya ia akan menjadi derita bagimu. Tetapi sisi plusnya, ia akan lebih besar dan kuat, dan akan bisa melindungimu, dan berburu atau membunuh sesuatu, Terkadang ia bisa menjadi penurut. Ia akan cenderung lepas kontrol atas pikiran dan tubuhnya kalau terangsang, tetapi dengan sedikit latihan ia dapat mencapai standar yang bisa diterima dalam urusan tempat tidur..., kamu tahu kan maksudKu?"
"Hmm," kata Eva, "tampaknya ide soal laki-laki ini pantas untuk dicoba, tetapi tolong katakan padaku Tuhan, adakah hal lain yang perlu kutahu?
"Hanya ini," kata Tuhan, "Laki-laki datang dengan satu syarat... Untuk menjaga arogansinya, kepura-puraannya, sifat merasa penting sendiri, laki-laki secara alamiah akan percaya bahwa dialah yang pertama kali diciptakan..., dan karena kita mempunyai banyak hal yang lebih baik untuk dikerjakan, sebaiknya untuk itu tak perlu berdebat dengannya. Jadi, kau harus menjaga rahasia kita ini..., jika kau mau..... Kau tahukan, hanya diantara kita berdua saja... "