Labels

Showing posts with label Customer Service. Show all posts
Showing posts with label Customer Service. Show all posts

Monday, February 6, 2012

Kunci dan Gembok

Sebuah keluarga Inggris sedang berlibur di sebuah rumah mobil (caravan)sewaan di Amerika Serikat. Perjalanan melalui California merekamengunjungi taman hiburan Gunung Sihir dekat Los Angeles. Sore hari,setengah jalan menuju hari yang paling menyenangkan di taman, ayah, ibu, dantiga anak-anak itu tiba di sebuah wahana taman kendaraan gantung yang sangatcuram. Dalam antrian, petugas taman memperingatkan semua orang tentangrisiko kehilangan topi, kacamata, koin, kunci, dll, dan peringatan inidigemakan oleh tanda-tanda besar di sekitar perjalanan. Dalam perjalananitulah, Ayah kehilangan kunci-kunci.

Karena rumah mobil itu adalah kendaraan pengganti dari mobil yang mengalamigangguan pada hari libur sebelumnya, maka tidak ada kunci cadangan. Adaenam kunci dalam kelompok yang hilang: pengapian, pintu depan, pintu samping,tangki bahan bakar, tangki elpiji, dan lemari penyimpanan.

Para petugas taman mengantar keluarga itu kembali ke rumah mobil mereka dan  menunjukkan cara yang paling tidak merusakuntuk masuk ke dalamnya.

Untungnya ada jendela yang dibiarkan sedikit terbuka, yang memungkinkan anak keduabisa menjulurkan tangannya dan membuka pintu dari dalam.

Di dalam rumah mobil Ayah dan Ibu membahas apa yang harus dilakukan. Mereka benar-benarterdampar.

Anak kedua mengatakan dia telah menemukan kunci itu - tetapi tidak ada yangmendengarkan dengan benar. "Mungkin ini akan cocok, saya akan mengambilnya." (Optimismeanak kecil tentu saja tidak mengenal batas.)

Tidak berpikir bahwa kunci pemuda kecil itu akan cocok, Ayah mencobanya. Ternyatakunci itu pas untuk kunci kontak - dan pintu pengemudi. Anak kedua menjadipahlawan. Tampaknya dia menemukan kunci itu di lemari ketika mengemaspakaiannya segera setelah rumah mobil ini ditukar dengan kendaraan pertama yangrusak.

Keesokan harinya keluarga itu kembali ke lokasi kemah, dan Ayah menghubungitukang kunci lokal untuk melihat apa yang bisa dilakukan.

"Saya mungkin bisa membuat kunci baru, jika Anda membawa kendaraan itukesini," kata tukang kunci. Keluarga itu pergi ke tukang kunci, yang tempatbisnisnya terletak di sebuah pusat perbelanjaan kecil di pedesaan California.

Tukang kunci ini melihat rumah mobil itu, dan mengatakan ia akanmencoba."Jika Anda datang kembali dalam satu jam aku akan tahu lebih baikapa yang bisa kulakukan untukmu."

Keluarga itu pergi ke toko-toko terdekat dan bar untuk melewatkan waktu. Ayahkembali ke tukang kunci untuk melihat apa yang dilakukan. Tukang kunci itumengatakan ia merasa bisa membuat kunci baru untuk semua kunci, tapi itu akan makanwaktu yang lumayan lama.

Ternyata pekerjaan itu mengambil sebagian besar hari. Keluarga itu berkeliarandi sekitar tukang kunci, mengunjungi lagi toko-toko, dan menghabiskan waktu dipusat perbelanjaan kecil itu. Sambil membuat kunci-kunci baru, tukangkunci itu berbicara dengan keluarga itu tentang Inggris, tentang Amerika,tentang wahana di Las Vegas, tentang rumah mobil, tentang bisnis, tentangkunci, tentang keluarga dan anak-anak, tentang banyak hal.

Sore hari tukang kunci mengatakan ia hampi selesai - "Tapi Anda punyawaktu untuk pergi cari makan jika Anda ingin. Saat anda kembali nanti, ini pastisudah selesai.." Jadi keluarga pergi ke bar burger untuk makan.

Satu jam kemudian keluarga itu kembali ke toko tukang kunci itu. Saat itu pukul4:00 soredan mereka sudah berada di pusat perbelanjaan itu sejak pukul 10.00pagi.

Ketika Ayah memasuki toko tukang kunci itu, si tukang kunci tersenyum. Diamenempatkan dua renceng kunci baru berkilauan di meja. "Ini dia -satu set baru kunci untuk semua kunci, dan satu set cadang juga," katatukang kunci itu. 
Ayah yang metawarkan kartu kredit dengan rasa terima kasih.

"Anda tahu, saya sudah memiliki waktu yang hebat hari ini bersama kalian,"kata tukang kunci, "Anda dapat memilikinya secara gratis."




Ini adalah kisah nyata. Ini terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Sayamasih memberitahu orang tentang itu hingga sekarang, seperti saya lakukan ini. Perusahaanitu adalah Newhall Valencia Lock& Key, di El Centro ShoppingCenter, Canyon Country, California. Perusahaan ini memberi saya dankeluarga saya sebuah pengalaman yang melampaui layanan pelanggan, dan sayasangat gembira ketika saya menemukan kartu nama mereka di laci dapur saya keesokanharinya, karena mendorong saya untuk berbagi kisah ini dan untuk benar-benarmenyampaikan terima kasih.

Catatan akhir: Saya tidak menyarankan bahwa layanan pelanggan yang hebat adalah denganmemberikan produk dan jasa Anda secara gratis. Jelas itu bukan modelbisnis khususnya yang berkelanjutan. Apa yang saya katakan adalah bahwaada kalanya Anda akan melihat kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangatkhusus untuk pelanggan, atau untuk orang lain, dan ketika Anda melakukannya,riak 'kerikil baik' Anda dapat meregang ke seluruh dunia, dan berlangsungselama bertahun-tahun. Jadi, dalam batas-batas apa yang mungkin dan layakuntuk Anda, lakukanlah sesuatu yang baik setiap kali Anda bisa untuk membuat riak-riakAnda sendiri.

Wednesday, December 28, 2011

Menjual itu Memberi, BUKAN Mengambil (Keuntungan) !!




  


Menjual (Sell) – secara umum berarti menyediakan atau menukar produk atau jasakepada seseorang dengan imbalan uang. Bagi kebanyakan orang hari ini,  gagasan menjual dimaknai sebagai mempengaruhiatau membujuk  dan menyarankan seseoranguntuk membeli, dengan penekanan pada keuntungan bagi si penjual dari transaksitersebut.

Padahal, asal-usul awal kata menjual/sell   dalampengertian yang paling murni justru bertujuan untuk  memberikan manfaat yang lebih kepada pembeli daripadapenjual. Fokus yang kuat untuk pencapaian hasil yang positif bagi pembeli ini  kini secara tegas telah (kembali) menjadi metodologimenjual modern di mana empati, integritas, kepercayaan, dan keberlanjutanadalah pusat perhatian untuk proses penjualan. 

Kata Sell (Menjual)dalam bahasa Inggris adalah kata yang sangat tua dengan asal-usul bahkan lebihtua. Sebelum tahun 1200 muncul kata sellen,berevolusi dari sellan, yang munculdalam puisi epik Inggris kuno Beowulf, pertama kali ditulis sekitar 725 Masehi. Padasaat itu kata sellan membawa artilebih luas dari sekedar memberi, dan bertukar dengan uang. Kita bisa melihatmakna yang lebih luas dalam bahasa serumpun (kata dengan akar yang sama) darikata sell/menjual yang berkembang dalam bahasa lain. Dalam bahasa FrisianLama (Belanda kuno) kata selladimaksudkan untuk memberikan. Dalam bahasa Saxon kuno kata sellian dimaksudkan untuk memberikan. Dalambahasa Norse Lama kata saljadimaksudkan untuk menyerahkan (sesuatu untuk orang lain). Kata saljan pada bahasa  Gothic  kuno dimaksudkan untuk menawarkanpengorbanan.Terkait dengan makna ini, kata sulupada bahasa Slavia Tua adalah kata untuk seorang utusan, dan untuk akhiran padabahsa Latin kata selere membawa artimengambil nasihat atau saran. 

Pemahaman yang pada umumnya sekarang ini (sebelum erainformasi) diderivasi dari  bahasaIndo-Eropa kuno, di mana kata-kata soldan sel dimaksudkan untuk mengambil. Hanyadalam waktu yang relatif singkat, terutama di era industri dimana kapitalismeberkembang tak terkendali, kata sell/menjual sangat berfokus pada keuntungan penjual. Dankita semua tahu,  menjual dengan caraatau fokus sperti ini, jarang bisa beroperasi secara berkelanjutan. 

Selling/Menjualadalah benar-benar hal yang berkelanjutan - sebagaimana profesi, karier, dankegiatan usaha - jika berfokus terutama pada manfaat bagi pelanggan. Penjual dalamhal ini adalah enabler, seorangutusan, fasilitator - seorang pemberi.Secara mengagumkan, sejarah kata sell/menjual mengajarkan kita bagaimana caraterbaik untuk menggambarkan dan memberlakukan aktivitas menjual yang sesungguhnyadan semestinya.

Sunday, April 12, 2009

Perangko

Para karyawan di sebuah panti jompo bertanya-tanya melihat salah seorang penghuninya terus berkumur-kumur dengan cairan pencuci mulut yang biasa dipakai membunuh kuman di mulut. Mereka bertanya kepada wanita tua itu kenapa, tetapi dia hanya menjawab kalau sesuatu telah terjadi di kantor pos. 

Inilah yang sebenarnya terjadi:

Seorang wanita tua, yang jarang keluar rumah, suatu hari pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat. 

Ia membeli sebuah perangko, tetapi karena antrian di belakangnya panjang maka ia bergeser ke samping untuk memberi kesempatan orang lain dilayani. Setelah memasukkan uang kembaliannya ke dompet, ia lalu menjilat perangkonya dan menempelkannya ke surat. Tetapi ternyata perangko itu tidak mau melekat.

"Maaf, perangko ini tidak mau melekat," kata wanita tua itu.

"Anda harus melepaskan kertas di bagian belakang perangko itu," jelas karyawan kantor pos.

Si wanita tua mengenakan kacamatanya, lalu mencoba melepaskan kertas dibalik perangkonya, setelah itu ia menjilatnya kembali.

"Ini tetap tidak mau melekat," sela si wanita tua itu lagi.

"Itu perangko yang melekat sendiri," jawab pegawai pos.

"Tetapi yang ini tidak mau melekat sama sekali - pasti ada sesuatu yang salah ini," tuntut wanita tua itu.

"Wah, dia tidak bisa melekat karena anda telah menjilatnya,"kata pegawai pos.

"Eh, sekarang saya benar-benar bingung," kata wanita tua itu.

"Baik, kesinikan saja perangko itu dan saya akan mengeposkannya untuk anda," kata si petugas, dan mencoba sebisanya untuk menjelaskan kepada wanita tua itu, lanjutnya, "Perangko jenis baru ini tidak perlu dijilat, karena bisa melekat sendiri. Karena itu menghemat waktu. Semuanya sudah dibuat mudah lengket."

Wanita tua itu memandang bengong kepada si petugas.

"Begini," kata petugas yang bermaksud baik tetapi agak putus asa itu, "Bayangkan saja semua perangko itu telah dijilat...."

Mendengar itu si wanita tua segera bergegas keluar dan menyeberang jalan menuju sebuah apotik.



Saturday, April 11, 2009

Pendeta dan Petani

Seorang buruh tani tua berjalan dengan susah payah melalui salju yang membekukan beberapa kilo meter menuju sebuah kapel untuk mengikuti ibadat hari Minggu. Tak seorangpun yang datang dan ada disana, kecuali pendetanya. 

"Saya tidak yakin cukup berharga untuk tetap melakukan ibadat, - mungkin lebih baik kita pulang ke rumah kita yang hangat dan menikmati minuman panas?" tanya si pendeta, mengharapkan reaksi yang saling menguntungkan dari pengunjung satu-satunya ini.

"Ah, saya cuma petani sederhana," kata si buruh, "Tetapi waktu aku memberi makan ternakku, dan hanya ada satu yang datang, saya pasti tidak akan meninggalkannya kelaparan."

Si pendeta yang merasa malu dengan sindiran itu memberikan pelayanan ibadat, - semua ritual, lagu dan bacaan injil, membunyikan bel dan lain-lain, yang seluruhya berjalan 2 jam diselesaikannya dengan baik. Ia merasa puas dan bangga, tak satupun detil yang terlewatkan. Tugasnya telah dijalankan dengan baik. Si pendeta mengucapkan terimakasih kepada petani tua itu atas pembelajaran berharga yang diperolehnya.

"Apakah tadi itu ok?" tanya si pendeta saat mereka berdua berjalan pulang.

"Ah saya cuma petani sederhana," kata si buruh, "Tetapi kalau saya memberi makan ternak-ternakku dan jika cuma ada satu yang lapar, saya tidak akan memaksanya memakan semua makanan yang saya siapkan untuk seluruh ternak..."

Dari pelajaran diatas saya kira anda sudah sangat memahami maksudnya, yakni segala sesuatunya harus disesuaikan dengan kebutuhan bukan karena tugasnya demikian lalu harus melakukan seluruhnya.



Friday, April 10, 2009

Empat Lilin

Klip video ini sangat bagus untuk mengilustrasikan komunikasi, terutama berkaitan dengan pelayanan pelanggan (customer service).