Labels

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, May 7, 2010

Teori Ekuitas Dalam Pekerjaan

John Stacey Adams, ahli psikologi perilaku dan tempat kerja, yang menerbitkan Teori Ekuitas(Kesamaan)-nya pada motivasi kerja pada tahun 1963. Ada kemiripan dengan pengembangan dan intrepretasi yang dilakukan oleh Charles Handy terhadap teori awal Maslow, Herzberg dan perintis psikologi tempat kerja lainnya, yang semanya mengakui adanya faktor dan variabel yang mempengaruhi penilaian masing-masing individu dan persepsi hubungan mereka dengan pekerjaan mereka, dan dengan majikan mereka. Namun, JC Adams menekankan lebih jauh tentang kesadaran dan tanggung jawab dari situasi yang lebih luas - dan lebih kuat dibandingkan Teori Ekuitas dalam banyak model motivasi sebelumnya.

Karenanya model Teori Ekuitas Adams Ekuitas melampaui batas diri individu, dan berhubungan dengan pengaruh serta situasi orang lain - misalnya rekan kerja dan teman - dalam membentuk pandangan komparatif dan kesadaran Ekuitas, yang biasanya bermanifestasi sebagai rasa atau ukuran keadilan.

Sumber & Artikel Top







My Social Blogs



Ketika orang merasa diperlakukan adil atau bermanfaat mereka lebih cenderung termotivasi, sebaliknya ketika mereka merasa diperlakukan tidak adil mereka sangat rentan terhadap perasaan ketidakpuasan dan demotivasi. Cara seseorang mengukur rasa keadilan adalah inti dari Teori Ekuitas.

Model Ekuitas untuk mengukur situasi motivasi yang akan digunakan tidak tergantung pada sejauh mana seseorang percaya akan mendapatkan imbalan yang melebihi usahanya. Sebaliknya, Ekuitas, dan rasa keadilan yang biasanya mendasari motivasi, bergantung pada perbandingan antara rasio imbalan / investasi rasio dengan rasio kenikmatan (atau derita) yang dialami oleh orang lain yang berada dalam situasi yang mirip atau sama.

Adams menyebutkan bahwa antara usaha pribadi dan manfaatnya serta istilah sejenis lainnya identik dengan isu-isu 'take and give' ('memberi dan menerima') atau isu-isu di tempat kerja seperti 'input', dan 'output'.

Input secara logis diartikan sebagai apa yang kita berikan atau masukkan ke dalam pekerjaan kita. Adapun output (keluaran) adalah segala sesuatu yang kita ambil atau dapatkan sebagai hasilnya.

Istilah-istilah ini menekankan bahwa apa yang dimasukkan orang ke dalam pekerjaan mereka mencakup banyak faktor selain jam kerja, dan apa yang mereka terima dari pekerjaan mereka mencakup banyak hal selain uang.

Adams menggunakan istilah 'rujukan' untuk menggambarkan titik referensi atau orang-orang dengan siapa kita bandingkan situasi kita sendiri, yang merupakan bagian penting dari teori ini. Teori Ekuitas Adams melampaui - dan sangat berbeda dari sekedar menilai usaha dan imbalan karena menambahkan perspektif penting yakni 'acuan' orang lain (orang yang kita anggap dalam situasi yang sama). Karenanya Teori Ekuitas ini membantu menjelaskan mengapa gaji dan kondisi sendiri tidak menentukan motivasi.

Dalam hal bagaimana teori ini berlaku di tempat kerja dan manajemen, kita harus mencari keseimbangan yang adil antara apa yang kita masukkan ke dalam pekerjaan dan apa yang kita dapatkan dari itu. Tapi bagaimana kita memutuskan apakah hal itu adil dan seimbang dengan yang lain?

Jawabannya terletak pada Teori Ekuitas. Mengukur keadilan hendaknya dengan teori Ekuitas yakni dengan membandingkan antara usaha dan penghargaan, dan faktor lainnya dalam take and give' - yakni rasio input dan output - serta rasio kenikmatan oleh orang lain, yang dianggap menjadi titik referensi atau contoh-contoh yang relevan ('rujukan' orang lain).

Jadi, ini berarti bahwa Ekuitas tidak bergantung pada rasio input-output saja - melainkan tergantung pada rasio perbandingan antara kita dan rasio orang lain.

Kita membentuk persepsi tentang apa yang merupakan rasio yang adil (seimbang) antara input dan output dengan membandingkan situasi kita sendiri terhadap "acuan" (sebagai titik referensi) yang ada di pasar.

Pada prakteknya ini menjelaskan mengapa orang sangat dipengaruhi oleh situasi (dan pandangan dan gosip) dari rekan, teman, mitra dll, dalam membangun rasa keadilan kita atau ekuitas dalam situasi pekerjaan kita.

Teori Ekuitas Adams karena itu menjadi model motivasi yang jauh lebih kompleks dan canggih model dibandingkan dengan sekedar menilai upaya (input) dan reward (output).

Esesnsi dari rasa kesamaan (sense of equity) atau rasa keadilan (atau ketimpangan atau ketidakadilan) dalam Teori Ekuitas ini hanya bisa didapat setelah memasukkan perbandingan antara input kita sendiri dan rasio output dengan input dan output rasio yang kita lihat atau percaya harus dialami atau dinikmati oleh orang lain dalam situasi yang sama.



Aspek komparatif Ekuitas Teori memberikan apresiasi yang jauh lebih cair dan dinamis motivasi dari biasanya muncul dalam teori motivasi dan model yang didasarkan pada keadaan individu sendiri.

Sebagai contoh, Teori Ekuitas menjelaskan mengapa orang bisa bahagia dan termotivasi pada suatu hari, namun tanpa mengubah syarat dan kondisi kerja apapun tba-tiba dia bisa sangat tidak bahagia dan kehilangan motivasi, hanya karena dia tahu seorang rekan (atau lebih buruk sebuah seluruh kelompok) menikmati imbalan yang perbandingan input-outputnya yang lebih baik.

Ini juga menjelaskan mengapa memberi promosi kepada seseorang dapat memiliki efek demotivasi pada orang lain.

Perhatikan juga bahwa yang penting adalah rasio, bukan jumlah upaya atau imbalan semata. Perhatikan bagaimana karyawan penuh waktu akan membandingkan situasi input/output mereka dengan rekan kerja yang paruh waktu, yang mungkin mendapat imbalan lebih kecil, namun kalau karyawan paruh waktu itu terlihat bahagia dan menikmatinya maka bisa terjadi mereka akan terdemotivasi..

Ingat juga bahwa kata-kata seperti usaha dan manfaat, atau bekerja dan mendapat bayaran, sering merupakan penyederhanaan berlebihan - dan karenanya Adams menggunakan istilah input dan output, yang lebih tepat karena mencakup semua aspek dari apa yang diberikan seseorang, seperti pengorbanan, toleransi, investasi, dll ke dalam situasi pekerjaan mereka, dan semua. aspek dari apa yang diterima (dan manfaat) dari pekerjaan mereka termasuk peluang karir yang lebih luas.

Saturday, May 30, 2009

Teori Kepribadian dan Motivasi


Sumber dan Artikel Top







My Social Blogs

Soal motivasi, manajemen, komunikasi ataupun hubungan - entah itu fokus pada diri sendiri maupun orang lain- akan menjadi lebih efektif jika kita mengenal diri kita, dan juga orang lain.


Memahami kepribadian juga menjadi kunci untuk membuka eksklusivitas atau ketertutupan seseorang, semisal kepemimpinannya, kharismanya, atau empatinya, baik untuk pengembangan diri anda sendiri maupun menolong orang lain, atau juga dalam kaitannya dengan bidang yang berhubungan dengan manusia dan bagaimana berperilaku.


teori-teori kepribadian yang menyokong tes-tes dan kuis-kuis kepribadian bagusnya sangat mudah dipahami pada tingkatan dasar. Artikel ini, berikut sub-sub topiknya akan membahas berbagai teori dan pemikiran tentang kepribadian. pengetahuan ini membantu mengembangkan kesadaran diri (self-awareness) dan juga membantu orang lain mengembangkan dirinya juga.


Mengembangkan pemahaman tentang tipologi kepribadian, sifat kepribadian, gaya berpikir dan cara belajar seseorang juga sangat berguna untuk memperbaiki pemahaman kita tentang motivasi dan perilaku diri dan orang lain, di tempat kerja dan diluar itu.


Memahami tipe kepribadian sangat membantu memahami perbedaan dan keberagaman, memahami bahawa setiap orang memiliki nilai sendiri, memahami setiap orang mempunyai kekuatan dan keistimewaan sendiri, dan setiap orang hendaknya diperlakukan dengan baik dan hormat. Relevansi antara kasih dan spiritualitas, terutama dalam bekerja, akan lebih mudah dilihat dan dijelaskan bila kita mengerti bahwa perbedaan setiap manusia biasanya berdasar pada kepribadian ( personality-based). Orang sangat jarang sengaja menyebabkan orang lainmarah - tetapi itu hanya karena mereka berperilaku berbeda karena mereka berbeda.


Teori dan test kepribadian sangat berguna untuk manajemen, rekrutmen, seeksi, pelatihan dan pengajaran, sebagaimana banyak diajarkan dalam teori gaya pembelajaran seperti Kolb's learning styles, Gardner's Multiple Intelligences, dan VAK learning styles model.


Melengkapi test kepribadian tanpa pengetahuan dari teori yang mendukungnya danpat membat frustrasi dan salah arah, terutama bila hasilnya tidak dijelaskan sebagaimana mestinya, ata lebih buruk lagi, tanpa penjelasan. kami berharap, semoga penjelasan dan teori di bawah ini aka menolong mengenyahkan mitos yang melingkupi uji kepribadian di jaman modern ini.


Ada berbagai model dan teori ataupun model kepribadian dan motivasi, dan masing-masing menawarkan perspektif yang berbeda.


Berikut adalah berbagai teori dan model kepribadian dan motivasi yang banyak dipelajar orang:
  • Teori dan Model Tipe Kepribadian - Introduksi
  • 4 Jenis Temperamen
  • Model-Model Awal Tentang Kepribadian
  • Tipe Psikologikal Carl Jung
  • Teori Tipe Kepribadian Myers Briggs® (MBTI® model)
  • Teori Tipe Kepribadian Keirsey (Temperament Sorter model)
  • Teori Tipe Kepribadian Hans Eysenck
  • Teori Tipe Otak Katherine Benziger
  • Teori Kepribadian William Moulton Marston (DISC personality theory -Inscape, Thomas Int., etc)
  • Teori Tipe Kepribdian dan Peran Tim Belbin
  • Model Kepribadian The 'Big Five' Factors
  • FIRO-B® Personality Assessment model
  • The Birkman Method®
  • Berbagai teori kepribadian dan model pengujian psychometrics




Friday, April 24, 2009

Pabrik Biskuit

Ini kisah nyata yang dikirim oleh Shirley Moon.

Beberapa tahun yang lalu terjadi percakapan ini dalam sebuah acara televisi. Si pewawancara sedang menginteriew seorang pekerja wanita di bagian produksi sebuah pabrik biskuit.

Berikut petikan dialognya:

Pewawancara (P): Sudah berapa lama anda bekerja disini?

Wanita Pekerja (WP): Sejak saya keluar sekolah (kira-kira sudah 15 tahun).

P: Apa yang anda kerjakan?

WP: Saya mengambil biskuit dari conveyor belt (ban berjalan) dan memasukkannya ke dalam kotak kardus.

P: Apakah anda selalu melakukan hal itu terus?

WP : Ya.

P: Apakah anda menikmatinya?

WP: Oooh Ya, sangat! Semua orang bersikap baik dan bersahabat. Kami sering tertawa gembira.

P (tampak tak percaya): Benarkah? Apakah anda tidak merasa bosan?

WP: Oh tidak, kadang-kadang mereka mengganti biskuitnya...

P: ??????

Shirley Moon menambahkan beberapa pembelajaran dari kisah diatas sebagai berikut:
  • Jangan menyamakan kebutuhan anda dengan orang lain
  • Jangan berasumsi sesuatu yang memotivasi anda akan pula memotivasi oran lain
  • Ketahuilah bahwa sumber kebahagiaan orang per orang bisa sangat jauh berbeda



Saturday, April 18, 2009

Motivasi Untuk Pencapaian

Sumber & Artikel Top







My Social Blogs
Pakar terkenal yang menelurkan teori motivasi adalah David C. McClelland (1917-1998). Ia memelopori pemikiran tentang motivasi kerja, mengembangkan teori dan model motivasi untuk pencapaian, dan mengumandangkan perbaikan-perbaikan metoda dalam mengkaji perkerja, mengajarkan pengujian dan pengkajian berdasarkan kompetensi, serta dengan gigih menekankan bahwa itu lebih baik dari pada tes IQ atapun tes kepribadian tradisional. Idea McClelland secara luas dipakai di berbagai organisasi, dan sangat dekat hubungannya dengan teori Frederick Herzberg.

David McClelland biasanya dikaitkan dengan idenya yang menggambarkan 3 tipe kebutuhan motivasi, yang dituangkan dalam bukunya The Achieving Society (1951):
  • Achievement motivation (n-ach)
  • Authority/power motivation (n-pow)
  • Affiliation motivation (n-affil)
Ketiga kebutuhan diatas terdapat pada setiap pekerja dan manager dalam kadar yang berbeda-beda, bercampur jadi satu yang menunjukkan gaya dan perilaku seseorang baik sebagai individu yang termotivasi maupun cara dia memotivasi orang lain.

Kebutuhan Untuk Pencapaian (n-ach)

Orang yang tergolong n-ach adalah pribadi yang termotivasi oleh pencapaian, dan karena itu selalu mencari pencapaian, mengejar target, dan maju dalam pekerjaan. Ada kekuatan besar dalam kebutuhan akan umpan balik untuk pencapaian dan kemajuan, serta hasrat kuat untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kebutuhan akan Kekuasaan dan Otoritas (n-pow)

Orang yang n-pow adalah orang yang termotivasi akan otoritas. Ini menumbuhkan kebutuhan untuk berpengaruh, menjadi efektif dan berdampak. Ada kebutuhan yang besar untuk memimpin dan idenya diikuti. Juga termasuk motivasi dan kebutuhan untuk meningkatkan status dan prestise persinal yang bersankutan.

Kebutuhan untuk Beraffiliasi (n-affil)

Orang n-affil adalah orang yang termotivasi untuk beraffiliasi, atau memiliki kebutuhan untuk berteman dan termotivasi dalam bernteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini menghasilkan motivasi dan kebutuhan untk disenangi dan populer, Orang-orang seperti ini adalah 'team player'.



Menurut McClelland, hampir setiap orang memiliki kombinasi dari ketiga karakteristik diatas dan pencampuran dari ketiganya itu menghasilkan kebutuhan untuk motivasi yang bias yang tampak dari perilaku kerja maupun gaya manajemen yang bersangkutan. McClelland mengingatkan bahwa bagi seorang manager, memiliki n-affil yang kuat dapat merusak tujuan ke-manager-annya, karena kebutuhan untuk disenangi, sehingga dapat mempengaruhi kapasitas pengambilan keputusannya.

Sedangkan n-pow yang kuat akan menghasilkan komitmen dan etik kerja yang kuat bagi organisasi, dan karena orang-orang n-pow tertarik akan peran kepemimpinan mereka mungkin tidak memiliki cukup fleksibilitas atau keterampilan menangani manusia.

Menurut McClelland, orang n-ach akan menjadi pemimpin yang baik, meskipun ada kecenderungan untuk menuntut terlalu banyak kepada anak buah dan sangat fokus akan pencapaian, sementara kebanyakan orang tidak demikian.

Pesona utama dari hasil karya McClelland adalah motivasi untuk pencapaian, dan eksperimennya menggambarkan salah satu aspek dari teorinya tersebut yakni pengaruh pencapaian terhadap motivasi seseorang. Melalui eksperimennya ia menyatakan bahwa sementara kebanyakan orang tidak memiliki motivasi untuk pencapaian yang kuat, bagi mereka yang memilikinya akan memiliki perilaku yang konsisten dalam menetapkan tujuan.

Berikut ini eksperimennya:

Beberapa orang diminta melemparkan gelang melewati palang di setengah tanah lapang. Tidak ada ketentuan dan keharusan tentang jarak, dan kebanyakan orang terlihat melempar seenaknya, dengan jarak yang acak, kadang dekat kadang jauh. Ternyata ada sekelompok kecil orang, yang oleh McCleland dinyatakan sebagai memiliki motivasi untuk pencapaian yang kuat, membuat pengukuran jarak untuk mengetahui tantangan yang ideal - tidak terlalu mudah, tetapi masih memungkinkan.

Menariknya, hal itu terjadi juga di bidang biologi yang dikenal dengan prinsip beban berlebihan atau 'overload principle', yang umumnya dipakai dalam latihan fitnes , yakni dalam rangka mengembangkan kekuatan tubuh atau fitnes latihan harus cukup menantang untuk mencapai tingkat tertentu, tetapi tidak terlalu berlebihan yang menyebabkan kerusakan atau sakit. McClelland mengidentifikas adanya kesamaan kebutuhan dalam keseimbangan tantangan untuk pendekatan orang-orang yang termotivasi untuk pencapaian.

McClelland membandingkan antara orang-orang yang termotivasi untuk pencapaian dengan para penjudi, dan menolak konsepsi umum bahwa n-ach adalah orang-orang yang berani mengambil resiko. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang menetapkan tujuan yang mereka bisa usahakan dan upayakan, dan tujuan tersebut dipertimbangkan dapat dicapainya (dengan usaha keras). Karakter seperti ini biasanya dimiki oleh para pengusaha sukses wirausahawan.

Beberapa karakteristik orang-orang yang memiki sikap motivasi untuk pencapaian, menurut McClelland antara lain:
  • Pencapaian lebih penting dari pada hadiah materi atau finasial
  • Mencapai tujuan memberikan kepuasan batin lebih besar dari pada menerima pujian atau pengakuan
  • Hadiah finansial dipandang sebagai ukuran sukses, bukan tujuan itu sendiri
  • Status dan Keamanan (finansial) bukan motivator utama
  • Feedback sangat penting, agar bisa mengukur kesuksesan, bukan untuk alasan pengakuan atau pujian
  • Orang n-ach selalu mencari cara-cara yang lebih baik
  • Orang n-ach akan secara logis menyukai pekerjaan yang memberikan kebutuhan mereka, seperti adanya fleksibilitas dan peluang untuk menetapkan dan mencapai tujuan (mis. penjualan, manajemen bisnis, kewirausahaan).
McClelland sangat yakin bahwa orang n-ach umumnya adalah orang-orang yang membuat sesuat terjadi (make things happen and get results), dan itu dilakukannya melalui pengorganisasian orang dan sumberdaya meskipun mereka sering menuntut terlalu banyak dari anak buahnya.

Anda bisa melihat perbandingan yang menarik dari teori McClelland diatas dengan berbagai model perilaku antara lain:

  • John Adair's Action-Centred Leadership model: Manager yang termoticasi pada pencapaian sangat fokus pada Tugas, sering mengabaikan individu dan tim. Adapun orang atau manager n-ach adalah akan berorientasi pada Tim dan individunya.
  • Katherine Benziger'sThinking Styles model: Pencapaian motivasi adalah 'double-frontal brain mode style'; n-ach adalah otak kanan; n-pow adalah otak kiri.
  • DISC (Inscape, Thomas International, etc) system: N-ach adalah profil 'D' - results-driven, decisive, dominant, etc. N-ach adalah profil I (proactive) dan S (reactive). N-pow adalah profil S dan C .
  • Hersey/Blanchard's Situational Leadership® model: N-aff cenderung menyukai gaya pada kuadran pertama dan kedua ('telling' and 'selling'); N-ach cenderung menyukai kuadran ketiga ('participating'); dan n-pow cenderung menyukai kuadran ke emat ('delegating').
  • McGregor XY Theory: N-ach cenderung kearah gaya X-Theory, mengingat fokus terhadap tugas sangat tingi; n-pow managers adalah Theory X, dan n-affil adalah tipikal Teori Y
  • Herzberg motivators and hygiene factors: Orang n-ach lebih reponsive terhadap Herzberg motivators dari pada orang n-affil dan n-pow.