Labels

Showing posts with label Manajemen Tools. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Tools. Show all posts

Friday, February 17, 2012

Penerapan Balanced Scorecard

Menerapkan sistem Balanced Scorecard diseluruh perusahaan harus menjadi kunci untuk sukses mewujudkan rencana strategis/ visi organisasi.


Sebuah Balanced Scorecard harus menghasilkan:
  • Peningkatan proses
  • Karyawan yang Termotivasi / terdidik
  • Peningkatan sistem informasi
  • Kemajuan yang termonitor
  • Kepuasan pelanggan yang lebih besar
  • Peningkatan penggunaan keuangan


Ada banyak paket perangkat lunak di pasar yang mengklaim dapatdigunakan untuk mendukung penggunaan sistem Balanced Scorecard.


Apapun perangkat lunak yang akan dipakai, maka agar bekerja secaraefektif harus:

  • Sesuai dengan platform teknologi Anda saat ini 
  • Selalu dapat diakses oleh semua orang - di mana-mana
  • Mudah untuk dipahami / di-update / berkomunikasi

Akan tidak ada gunanya bagi siapa saja jika hanya manajemenpuncak yang menjaga tujuan dan hanya menyimpannya rapat-rapat dalam laci lemarimereka seperti benda keramat.


Umpan balik penting dan harus selalu dilakukan dan dikontribusikan kepada setiaporang dalam organisasi.


Dan perlu diingat bahwa Balanced Scorecard tidak selalu memungkinkanpengambilan keputusan yang lebih baik!





Contoh Faktor-Faktor Balanced Scorecard



 DepartemenArea
 KeuanganReturn On Investment (ROI)
Arus Kas/Cash Flow
Return on Capital Employed (ROCE)
Hasil Keuangan (kuartalan/tahunan)
Proses Bisnis Jumlah aktivitas per fungsi
Aktivitas yang dobel antar fungsi
Penyelarasan proses (apakah proses yg benar di departemen yang benar?)
Proses yang 'bottlenecks'
Proses otomatis
SDMApakah tingkat keahlian sudah sesuai dengan pekerjaan?
"Employee turnover"
Kepuasan kerja/Job satisfaction
Kesempatan Training/Learning 
PelangganKinerja pengiriman ke pelanggan / Delivery performance to customer
Kinerja Mutu untuk pelanggan / Quality performance for customer
Tingkat Kepuasan Pelanggan / Customer satisfaction rate
Persentase Pelanggan di Pasar / Customer percentage of market
Tingkat Retensi Pelanggan / Customer retention rate 

 Bila organidasi telah menganalisa hasil spesifik dan terukur dari parameter diatas, mereka dapat mulai menggunakan pendekatan Balanced Scorecard untuk memperbaiki area-area yang diperlukan.
Ukuran yang ditetapkan haruslah bersifat SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Timely) - anda tidak dapt memperbaiki yang tidak adapat anda ukur, dan sistem pengukuran harus selaras dengan Rencana Strategis Organisasi.
Pendekatan Balanced Scorecard biasanya menggunakan 4 perspektif, yakni:
  1. Finansial
  2. Proses Bisnis (Internal)
  3. SDM (Learning & Growth)
  4. Pelanggan
Masing-masing pespektif tersebut saling bergantungan/terkait, perubahan di suatu area tidak menjamin perbaikan di area yang lain.










Thursday, February 16, 2012

Definisi Balanced Scorecard



Apa sebenarnya Balanced Scorecard itu? 
Definisi yang sering dikutip adalah: "Sebuah perencanaanstrategis dan sistem manajemen yang digunakan untukmenyelaraskan kegiatan usaha dengan visi dari suatu organisasi. 

Pengertian yang lebih sinis namun  dan dalam beberapa kasus realistis, bahwaBalanced Scorecard mencoba untuk menerjemahkan harapan muliapernyataan visi/misi organisasi yan terkadang samar  ke dalam praktik pengelolaan bisnisyang lebih baik di setiap tingkatan.

Pendekatan Balanced Scorecard digunakan untuk melihat swecaramenyeluruh suatu organisasi dan mengkoordinasikan MDI sehingga efisiensiterjadi di semua departemen dan dengan terpadu.

Untuk memulai Balanced Scorecard suatu organisasi harusterlebih dahulu tahu (dan mengerti) hal-hal berikut:

Pernyataan misi Perusahaan
Rencana strategis / visi Perusahaan
Status keuangan organisasi
Bagaimana organisasi disusun dan beroperasi
Tingkat keahlian dari karyawan
Tingkat Kepuasan pelanggan 


Alat Manajemen Kinerja Organisasi Kaplan dan Norton


Pada mulanya adalah kegelapan. Orang pergi untukbekerja, melakukan pekerjaannya (dengan baik atau sebaliknya) lalupulang – begitulah hari demi hari. Kita tidak perlukhawatir tentang target, penilaian tahunan, insentif berbasismetrik, dll.  Aahh ... hidup begitu sederhana saatitu.

Kemudian datanglah cahaya. Para bos dimana-mana melemparkan pandangan iri terhadap sepupukita diseberang laut Atlantik yang berambisi meningkatkan produksidan efisiensi  tahun  demi  tahun.  Seperti adikkecilnya yang bersemangat membuntuti di belakang mereka,  kita berjalan (terkadang) di jalan yang berduri untuk mencari pencerahan.

Sistem Metric-Driven Insentif - MDI - pada awalnya lebih difokuskanpada aspek keuangan dari suatu organisasi dengan tujuan untukmeningkatkan margin keuntungan atau mengurangi biaya. Hal itu tidakselalu berhasil, misalnya menurunkan biaya kadang-kadang bisa denganmengorbankan kualitas,  staf ( hilang keahlian) atau bahkanmenghilangankan beberapabasis yang penting bagi peraiahan pelanggan Anda.

Dua doktor terkemuka (Robert S Kaplan dan David P Norton)mengembangkan sistem Balanced Scorecard mereka dari MDI awaldanmemproduksi bersama buku mereka yang tersohor pada tahun1996. Banyak 'guru lainnya' kemudian bergabung dengan gerbong BalancedScorecard dan menghasilkan  sejumlah besar buku yang semua mengakusebagai buku yang definitif'  tentang Balanced  Scorecard.  Amazon.com bahkan menunjukkan lebihdari 4.000 buku yang terdaftar di bawah  Balanced Scorecard.




Balanced Scorecard






Sumber dan Artikel Top
My Social Blogs