Labels

Showing posts with label Keberanian. Show all posts
Showing posts with label Keberanian. Show all posts

Sunday, April 12, 2009

Tembak di Pagi Buta


Pada bulan Desember 1916 lebih dari 17.000 tentara Inggris secara resmi dinyatakan menderita nervous atau mental disability atau sekarang lebih dienal dengan sebutan shell-shock atau post-traumatic stress disorder, meski begitu otoritas militer Inggris terus menuntut dan mendakwa para penderitanya sebagai "pengecut" dan "desersi" , sehingga mereka dihukum mati dihadapan regu tembak jika terbukti "bersalah".

Pada tanggal 16 Agustus 2006 pemerintahInggris mengumumkan bahwa pemerintah akan memaafkan 308 tentara Inggris yang telah dihukum tembak karena dituduh sebagai 'pengecut' dan 'desersi' selama Perang Dunia Pertama tahun 1914-18. Keputusan itu diratifikasi oleh Parlemen pada 7 November 2006, dan menandakan arah balik sikap pemerintah yang selama ini selalu menyangkal segala bukti dan justfikasi demi memaafkan para korban.

Pembalikan ini mengikuti dan karena lobi maupun kampanye yang gigih selama bertahun-tahun oleh berbagai organisasi dan individu, banyak diantaranya para keluarga dan keturunan korban. Tidak mudah membayangkan enderitaan mereka, terutama bagi para janda dan orang tua selama ini, karena keputusan ini begitu sangat terlambat datangnya.

Ada 2 perkara yang perlu ditekankan : pertama, bahwa orang-orang yang duduk dalam kekuasaan bertanggung jawab dalam hal integritas. Kedua, bahwa mereka itu telah gagal bertindak secara integritas, meskipun akirnya kegigihan dan determinasi yang lama dari orang-orang biasa telah memaksa mereka ber-integritas.

Here is more background about the Shot At Dawn campaign, and the history of this particularly shameful example of British institutional behaviour.

Peristiwa ini memberi pembelajaran bagi kita tentang berbuat benar (doing the right thing), dan mempertanggungjawabkan bagi yang tidak.


Catatan: Banyak orang yang tidak setuju dengan intrepertasi ini, karena bisa menjadi subyek perdebatan yang menarik, terutama dalam mentransfer isu dan prinsip-prinsip ke tantangan organisasi masa kini dan dunia yang sudah memasuki era informasi. Bagaimana dengan anda?



Saturday, April 11, 2009

Orang Buta Menyeberang Jalan

Seorang buta sedang menanti seseorang di tepi sebuah jalan yang ramai untuk menolongnya menyeberang, ketika dirasakannya punaknya ditepuk orang.

"Maaf," kata yang menepuk, "Saya orang buta, maukah anda menuntun saya menyeberang jalan ini?"

Si buta yang ditepuk mengambil tangan si buta yang menepuk, dan keduanya menyeberang jalan yang ramai itu.

Sebenarnya ini cerita yang sungguh terjadi. Si buta yang pertama adalah pianis jazz George Shearing. Katanya, seperti dikutip Bartlett's Anecdotes, setelah peristiwa itu, "Apa yang dapat saya perbuat? Saya membawanya menyeberang dan itu adalah peristiwa paling mengetarkan dalam hidup saya."

Ada ketikanya saat kita mengira kita tak dapat berbuat sesuatu dan karenanya tidak berani berbuat lebih atau mengambil resiko. Saat terpaksa melakukan atau mengambil resiko sering membantu kita mengurangi ketergantungan kita terhadap orang lain atau mekanisme keamanan diri, dan menemukan kesenangan maupun kemampuan baru.