Labels

Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Saturday, April 11, 2009

Tukang Gali

Sepasang suami istri baru saja pindah untuk menjalani pensiun mereka di sebuah desa kecil yang sepi berpadang rumput dan berbatu.

Suatu pagi si istri melihat dari jendela rumahnya seorang pemuda dengan pakaian kerja berjalan ke padang rumput, sekitar 50 meter dari tempatnya. Pemuda itu membawa sekop dan sebuah bungkusan kecil, dan segera menghilang di balik semak belukar.

Wanita itu segera melupakannya, tetapi keesokan harinya pada saat yang sama ia melihat pemuda itu lagi, membawa sekop dan bungkusan kecil dan segera menghilang pula dibalik semak belukar seperti kemarin.

Perempuan itu memberitahu suaminya, yang lalu menjawab bahwa mungkin saja pemuda itu seorang petani atau pemburu yang sedang memasang perangkap, atau mungkin saja sedang mengerjakan suatu pekerjaan petani yang biasa, sehingga tak perlu dicemaskan.

Tetapi hal itu berjalan selama beberapa minggu sehingga si wanita membujuk suaminya untuk memeriksa - lebih pagi sebelum pemuda itu muncul.

Ternyata disana mereka hanya menemukan sebuah parit yang panjang dan dalam, yang kasar dan tidak lurus di satu ujung, tetapi makin ke ujung yang lain semakin rapi dan lurus.

"Aneh ya," kata si istri, "Kenapa menggali parit disini - dan di tempat berbatu yang begitu sulit?" dan suaminya mengangguk.

Saat itu muncullah si pemuda, lebih pagi dari biasanya.

"Kamu datang lebih awal," kata si istri, memberi isyarat akan keingintahuan mereka, "Kami ingin tahu apa yang kamu kerjakan disini - dan juga apa isi bungkusan kecil itu."

"Saya sedang menggali parit," jawab si pemuda, dan melanjutkan karena sadar perlu menjelaskan lebih jauh, "Sebenarnya saya sedang belajar bagaimana menggali parit yang bagus,karena pekerjaan yang sedang saya lamar memerlukan orang yang berpengalaman - jadi saya sedang mencari pengalaman. Dan bungkusan itu,.. Itu berisi makan siang saya"

Pemuda itu memang kemudian mendapatkan pekerjaannya..



Orang Buta Menyeberang Jalan

Seorang buta sedang menanti seseorang di tepi sebuah jalan yang ramai untuk menolongnya menyeberang, ketika dirasakannya punaknya ditepuk orang.

"Maaf," kata yang menepuk, "Saya orang buta, maukah anda menuntun saya menyeberang jalan ini?"

Si buta yang ditepuk mengambil tangan si buta yang menepuk, dan keduanya menyeberang jalan yang ramai itu.

Sebenarnya ini cerita yang sungguh terjadi. Si buta yang pertama adalah pianis jazz George Shearing. Katanya, seperti dikutip Bartlett's Anecdotes, setelah peristiwa itu, "Apa yang dapat saya perbuat? Saya membawanya menyeberang dan itu adalah peristiwa paling mengetarkan dalam hidup saya."

Ada ketikanya saat kita mengira kita tak dapat berbuat sesuatu dan karenanya tidak berani berbuat lebih atau mengambil resiko. Saat terpaksa melakukan atau mengambil resiko sering membantu kita mengurangi ketergantungan kita terhadap orang lain atau mekanisme keamanan diri, dan menemukan kesenangan maupun kemampuan baru.



Malas Ke Sekolah

Ini kisah lama yang mungkin anda sudah tahu, tetapi sangat bagus untuk menggambarkan berbagai situasi dan pesan.

Adalah seorang ibu yang telah berulangkali memanggil anak lelakinya agar segera bangun, berpakaian dan bersiap ke sekolah. Tampaknya sudah menjadi kebiasaan si anak, terutama bila menghadapi ulangan.

"Saya sakit, bu," jawab si anak dari tempat tidurnya.

"Kamu tidak sakit. Ayo bangun dan segera bersiap!," teriak ibunya sambil menuju kamar tidur si anak.

"Aku benci sekolah, dan aku nggak mau ke sekolah," jawab si anak dari tempat tidurnya, "Saya selalu berbuat salah, membuat keliru dan jadi omongan. Tak ada yang menyukaiku, aku nggak punya teman. Dan terlalu banyak ulangan, mana semuanya membingungkan. Tidak ada gunanya bagiku, dan aku takkan pergi ke sekolah lagi."

"Sayang sekali, tetapi kau harus kesekoah," kata ibunya dan terus membujuknya, "Memang begitu, kesalahan adalah cara bagaimana kita belajar dan berkembang. Dan cobalah jangan terlalu memasukkan kritik ke dalam hati. Dan saya tak percaya tak ada orang yang menyukaimu - kamu punya banyak teman di sekolah. Ah ya, semua ulangan itu bisa saja membingungkan, tetapi kita memang harus menghadapi banyak ujian selama kita hidup, jadi semua pengalaman di sekolah itu berguna bagi hidup kita secara umum. Disamping itu, kamu memang harus pergi, karena kamu kan kepala sekolah!"