Labels

Showing posts with label Respons. Show all posts
Showing posts with label Respons. Show all posts

Monday, February 6, 2012

Cermin Berlipstik

Seorang kepala sekolah diberitahu oleh petugas tentangsebuah masalah yang terus-menerus terjadi dalam toilet anakperempuan: beberapa siswa cewek meninggalkan ciuman lipstikdi cermin. Petugas telah menempelkan pemberitahuan didinding toilet meminta praktek itu dihentikan, tetapi tidakberhasil; setiap petang petugas itu harus menghapus bekas-bekasciuman, dan hari berikutnya lebih banyak ciuman akan menempel cermin. Ini telahmenjadi seperti sebuah permainan.

Kepala sekolah biasanya mengambil pendekatan kreatifuntuk pemecahan masalah, sehingga hari berikutnya ia memintabeberapa perwakilan anak perempuan dari setiap kelas untuk bertemudengannya di kamar kecil.

"Terima kasih sudah datang," kata kepala sekolah, "Kalian akanmelihat ada beberapa ciuman lipstik di cermin dikamar kecil ini .."

Beberapa anak perempuan saling tersenyum.

"Seperti yang kalian tahu, lipstik modern secara cerdikdirancang untuk menempel di bibir, dan lipstik tidak mudah untuk dibersihkan daricermin. Karena itu kami harus mengembangkan sebuah cara pembersihkhusus, dan harapan saya adalah ketika kalian melihat usahayang dilakukan untuk membersihkan itu kalian akan membantumenyebarkan beritanya bahwa adalah lebih baik jika merekayang bertanggung jawab terhadap ciuman di cermin itu menggunakan kertastisu bukan cermin sebagai pembersih lipstiknya .. "

Pada titik ini si petugas melangkah maju dengan memegang spons pembersih.Ia lalu menuju ke salah satu bilik toilet, dicelupkannya kedalam toilet, dan kemudian digunakan untuk membersihkan salah satudari lipstik yang menempel di cermin.

Petugas itu tersenyum. Gadis-gadis pergi. Dan sejak itu tidak adalagi ciuman lipstik di cermin.

Friday, April 24, 2009

Budha dan Hadiah

Ini kisah tentang Budha Gautama (563-483 BC, sang pemimpin spiritual Budhisme. Cerita ini menggambarkan bahwa setiap orang punya pilihan untuk menerima sakit hati atau tidak terhadap perilaku orang lain terhadapnya.

Suatu hari saat Sang Budha sedang mengajar sekelompok orang, ada seorang dengan alasan tertentu sangat marah kepada beliau.

Sang Budha mendengarkan dengan sabar omelan orang tersebut, lalu beliau berkata kepada orang banyak dan si murka, "Jika seseorang memberi hadiah kepada orang lain tetapi orang itu menolaknya, katakanlah, siapakah sekarang yang memiliki hadiah itu? Si pemberi ataukah yang menolaknya?"

"Si pemberi," kata orang banyak itu setelah berpikir sejenak. "Orang tolol juga tahu itu," kata si murka.

"Kalau begitu, begitulah," kata Sang Budha, "Jika seseorang memperlakukan buruk terhadap kita, atau menumpahkan kemarahannya kepada kita, kita bisa memilih untuk menerima atau menolaknya; memasukkan ke dalam hati atau tidak. Dengan respons pribadi kita terhadap perlakuan buruk, kita bisa memilih siapa yang akan memiliki perasaan buruk itu."