Labels

Showing posts with label Orang Gila. Show all posts
Showing posts with label Orang Gila. Show all posts

Sunday, April 12, 2009

Hanya Gila

Seorang insinyur muda sedang mengendarai mobilnya ketika tiba-tiba ia merasa salah satu ban mobilnya kempes habis. Ia lalu meminggirkan mobilnya persis di samping tembok pemisah sebuah rumah sakit jiwa.

Segera ia mendogkrak dekat ban yang bocor, melepaskan ban itu dan bersiap untuk menggantikannya dengan ban cadangan. Sialnya, saat sibuk mengganti ban itu ke 4 baut rodanya tersampar dan jatuh ke dalam parit lewat celah-celah penutup parit. Ia tak mungkin membuka penutup parit yang berat dan tampaknya terkunci mati.

Sang insinyur itu kebingungan, tidak tahu mesti berbuat apa padahal ia harus segera menjemput kawannya yang sedang berbelanja.

Sedan kebingungan itu, tiba-tiba terdengar suara tawa mencemooh dari atas tembok pemisah rumah sakit jiwa. Seorang pasien tampaknya sudah sejak tadi mengamati tingkah kebingungan pemuda insinyur itu.

"Hihihihi..., itu kan gampang saja bung! hihihi.." tawanya riang. "Ambil saja satu baut dari setiap roda, lalu pasang ke tiga baut yang baru didapat itu ke roda yang dilepas, ..kan beres! Hihi...," ledek si pasien, lalu melanjutkan, "Pake dulu untuk sementara sampai ketemu bengkel, lalu beli baut yang kurang...Gitu aja kok repot,..hihihi..."

"Ah, benar juga kata si gila itu," katasi insinyur dalam hati, lalu bergegas mengerjakan ide si gila.

Sebelum meninggalkan tempat itu, si insinyur menoleh ke atas tembok tempat si pasien masih bertengger sambil tertawa-tawa, lalu katanya: "He, kamu kan gila..kok tahu caranya...?"

"Hihihi.. Saya kan hanya gila...Tapi tidak bodoh...hihihi..." jawab pasien itu semakin terkikik.


Saturday, April 11, 2009

Bak Mandi dan Ember

Cerita berikut ini bagus untuk menggambarkan berpikir lateral, pikiran yang picik, akibat membuat asumsi, dan menghakimi orang lain maupun situasi.

Begini kisahnya:

Sekelompok pengusaha sedang diajak berkeliling di sebuah rumah sakit jiwa.

Salah seorang pengunjung bersikap kasar, sangat menghina dan merendahkan para pasien rumah sakit.

Setelah berkeliling, mereka diajak ke kantin dan diperkenalkan dengan para staff dan karyawan rumah sakit.

Pengunjung yang kasar tadi berbincang-bincang dengan salah seorang staf sekuriti, Beno, seorang mantan polisi yang ramah dan baik hati.

"Apakah mereka semua itu tolol dan bego?" tanya pengunjung yang kasar itu.

"Ah, hanya satu yang gagal test," jawab Beno.

"Test macam apa?" tanya pengunjung kasar itu lagi.

"Kami menunjukkan kepada mereka sebuah bak mandi yang penuh air, sebuah ember, sebuah mangkok, dan sebuah cangkir, lalu kami bertanya bagaimana cara tercepat untuk mengosongkan bak mandi itu," kata Beno.

"Oh, begitu gampang?! - Orang normal pasti tahu, dengan ember, bukan?"

"Sebenarnya bukan," jawab Beno, "Orang yang normal akan menjawab dengan membuka sumbat penutup di bagian bawah bak. Perlukah saya periksa apakah masih ada kamar yang kosong untuk anda?"